ASSOCIATION FRANCAISE DU DROIT MARITIME
(The French Association of Maritime Law)

Merupakan asosiasi dari Negara Perancis yang menyatukan hampir 400 profesional di bidang hukum maritim (akademik, pengacara spesialis, pengacara perusahaan dengan aktivitas maritim). Secara khusus, mereka mempelajari masalah hukum laut dan hukum maritime secara umum dalam segala aspek (internal dan internasional, baik swasta dan masyarakat). AFDM merupakan anggota dari Comité Maritime Internasional (CMI), yang mencakup lebih dari lima puluh asosiasi nasional di seluruh dunia. Status mereka sebagai anggota penasehat memungkinkan mereka untuk mengambil peran aktif dalam pekerjaan organisasi internasional yang memiliki keahlian di bidang hukum maritim.
Kelompok kerja secara teratur dibentuk atas prakarsa Komite Eksekutif untuk persiapannya, dalam konsultasi dengan Komite Maritim Internasional, proyek studi perjanjian internasional dapat diajukan atas undangan dari Organisasi Maritim Internasional (IMO) dan organisasi internasional lainnya.
AFDMlogo

Advertisements

tugas resume hukum laut

 

KEDAULATAN ATAS PULAU LIGITAN DAN PULAU SIPADAN (INDONESIA V MALAYSIA), MANFAAT, KEPUTUSAN DARI 17 DESEMBER 2002

 

Merrills, J G

 

 

 

Pada 17 Desember 2002 pengadilan Internasional memberikan keputusan dalam masalah perebutan dua pulau kecil di daerah laut Celebes yang diklaim oleh Malaysia dan Indonesia. Keduanya merupakan pulau yang sangat kecil dan Ligitan sendiri merupakan pulau yang tidak berpenghuni; sedangkan Sipadan telah dikelola oleh Malaysia sebagai tempat pariwisata scuba diving dari tahun 1980.

 

Sebelumnya telah ada konvensi yang mendasari klaim Indonesia yang disepakati oleh Inggris dan Belanda pada Mei 1891, bahwasannya pulau Borneo yang menandakan batas-batas milik Belanda yang dilindungi oleh kerajaan Inggris.

 

Dengan klaim di atas, sebelumnya pengadilan lebih berat kepada Indonesia, namun pihak Malaysia menentang klaim tersebut dengan alasan bahwa Indonesia tidak pernah melakukan aktifitas dan patrol di daerah tersebut, sedangkan Malaysia telah mengontrol penyu dan telur penyu yang terdapat di pulau Sipadan, dan Inggris yang merupakan Negara penjajah Malaysia telah membangun mercusuar di kedua pulau tersebut pada awal tahun 1960. Pelajaran yang didapat dari kasus Ligitan dan Sipadan adalah ketika Negara-negara bersiap untuk bekerjasama, proses pengadilan di pengadilan internasional menyediakan jalan untuk menyelesaikan perselisihan wilayah territorial dengan cara terbaik sebagai penengah.

 

 

 

 

 

Saiyaf Fakhri

 

230210090032

 

Kelompok 12

 

Ekologi Laut

SUKSESI

Suksesi adalah proses suatu ekosistem menuju kedewasaan dan kesimbangan atau dengan kata lain suksesi merupakan proses perubahan satu arah yang teratur hingga membentuk komunitas baru.

Suksesi terjadi akibat perubahan/modifikasi lingkungan (secara fisik) suatu ekosistem atau komunitas, proses ini berakhir ketika komunitas klimaks telah terbentuk, komunitas klimaks sendiri merupakan tanda bahwa ekosistem telah mencapai keadaan seimbang.

suksesi sendiri terbagi menjadi 2, yaitu:

1. Suksesi Primer

Suksesi Primer terjadi apabila komunitas awal mendapat gangguan yang mengakibatkan komunitas awal tersebut musnah dan membentuk habitat yang baru, gangguan ini dapat berasal dari alam maupun campur tangan manusia. Gangguan yang berasal dari alam dapat berupa bencana alam seperti tanah longsor dan letusan gunung berapi.

2. Suksesi Sekunder

Suksesi Sekunder terjadi apabila komunitas awal mendapat gangguan secara alami maupun buatan, namun gangguan tersebut tidak merusak total tempat tumbuh organisme sehingga masih tersisa substrat lama dan masih terdapat kehidupan, gangguan alam yang dialami seperti banjir, gelombang laut, kebakaran, dan angin kencang, sedangkan untuk gangguan yang dibuat manusia contohnya penebangan dan pembakaran hutan secara sengaja.

EVOLUSI

Evolusi adalah proses perubahan makhluk hidup yang terjadi secara lamban dan dalam kurun waktu yang sangat lama, perubahan ini disebabkan oleh 3 komponen utama yaitu: variasi, reproduksi dan seleksi. Sifat-sifat yang menjadi dasar evolusi ini dibawa oleh gen yang diwariskan kepada keturunan suatu makhluk hidup dan menjadi bervariasi dalam suatu populasi. Ketika organisme bereproduksi, keturunannya akan mempunyai sifat-sifat yang baru. Sifat baru dapat diperoleh dari perubahan gen akibat mutasi ataupun transfer gen antar populasi dan antar spesies. Pada spesies yang bereproduksi secara seksual, kombinasi gen yang baru juga dihasilkan oleh rekombinasi genetika, yang dapat meningkatkan variasi antara organisme. Evolusi terjadi ketika perbedaan-perbedaan terwariskan ini menjadi lebih umum atau langka dalam suatu populasi.

FAKTOR PEMBATAS

Pertumbuhan organisme sangat dipengaruhi oleh faktor lingkungan, apabila faktor lingkungan tersebut berimbang dan menguntungkan maka pertumbuhan organisme akan baik sedangkan apabila faktor lingkungannya tidak seimbang dan merugikan maka organisme akan buruk. Jadi Faktor Pembatas didefinisikan sebagai faktor yang dapat menurunkan tingkat jumlah dan perkembangan suatu ekosistem.

untuk pengertian energi, adaptasi, relung, dan habitat ada di:

http://ctooy.wordpress.com/

Sumber:

http://id.wikipedia.org/

http://bebas.ui.ac.id/v12/sponsor/Sponsor-Pendamping/Praweda/Biologi/0032%20Bio%201-7c.htm

Sejarah Oceanografi

Oseanografi berasal dari bahasa Yunani (o̱keanós yang berarti lautan/samudra dan gráfo̱ yang berarti menulis) atau biasa disebut juga kelautan atau ilmu maritime, adalah cabang dari ilmu bumi yang mempelajari tentang lautan, oseanografi mencakup beberapa topik antara lain organisme yang ada di laut, dinamika ekosistem, arus laut, gelombang/ombak, dinamika fluida geofisika, lempeng tektonik, dan geologi dasar laut. Dan fluks dari berbagai reaksi kimia dan sifat fisik dalam samudra dan perbatasannya. Beragam topic ini mencerminkan berbagai disiplin ilmu yang para ahli kelautan mencampurkannya untuk pengetahuan lebih lanjut dari kelautan dunia dan pemahaman proses di dalamnya: seperti biologi, kimia, geologi, meteorology, dan struktur fisik yang juga dikenal sebagai geologi.

Manusia pertama kali memperoleh pengetahuan tentang gelombang dan arus laut maupun samudra adalah pada zaman prasejarah. Pengamatan pasang surut pertama kali dicatat oleh Aristoteles dan Strabo. Eksplorasi modern awalnya hanya dikhususkan untuk kartografi dan kebanyakan terbatas pada permukaan dan makhluk yang terbawa pada jaring nelayan, meskipun suara yang terdapat di kedalaman dapat diambil dari permukaan.

Meskipun Juan Ponce de León pada tahun 1513 yang pertama mengidentifikasi Gulf Stream, dan arus tersebut memang telah dikenal oleh banyak pelaut, namun Benjamin Franklin adalah orang yang pertama kali membuat studi ilmiah tentang itu dan memberinya nama. Franklin mengatakan Gulf Stream tidak benar-benar sebuah “sungai di lautan” seperti yang Franklin pikirkan, tetapi air yang membentuk Gulf Stream disalurkan dalam arah dan kecepatan tertentu oleh banyak factor termasuk angin yang kuat, rotasi planet bumi, dan arus dingin di sekitar dan si bawah Gulf Stream.

 

Ketika Louis Antoine de Bougainville, yang melakukan perjalanan antara 1766 dan 1769, dan James Cook yang melakukan perjalanan antara 1768 sampai 1779, mereka melakukan eksplorasi di Pasifik Selatan, informasi tentang laut itu sendiri merupakan bagian dari laporan mereka. James Rennel menulis buku teks ilmiah pertama tentang arus di Atlantik dan lautan India selama akhir abad 18 sampai pada awal abad ke-19. Sir James Clark Ross mengambil probe modern pertama di laut dalam pada tahun 1840, dan Charles Darwin menerbitkan sebuah makalah tentang terumbu karang dan atol membentuk perjalanan kedua HMS Beagle pada tahun 1831-6. Robert FitzRoy mengeluarkan laporan dalam empat volume dari tiga pelayaran Beagle. Pada 1841-1842 Edward Forbes melakukan pengerukan di Laut Aegea yang mendirikan ekologi laut.

Sebagai inspektur pertama dari U. S. Naval Observatory (1842-1861), Matthew Fontaine Maury mencurahkan waktunya untuk mempelajari laut, navigasi meteorologi dan pemetaan angin dan arus. Karyanya yang berjudul Physical Geography of the Sea, 1855 merupakan buku teks pertama tentang oseanografi. Banyak Negara mengirim wakilnya untuk melakukan pengamatan oseanografi untuk Maury di Observatorium Angkatan Laut, di mana ia dan rekan-rekannya mengevaluasi ulang informasi yang mereka dapat dan memberikan hasilnya ke seluruh dunia.

Pada tahun 1871, di bawah rekomendasi dari Royal Society of London, pemerintah Inggris mensponsori sebuah ekspedisi untuk menjelajahi lautan dunia dan melakukan penyelidikan ilmiah. Di antara penemuan ekspedisi Challenger adalah salah satu bagian terdalam dari laut, Palung Mariana di Pasifik Barat, di mana dasar laut adalah 26,850 kaki atau lebih dari 4 kilometer dalamnya (8.200 meter). Tempat terdalam di lautan dunia terdapat di dekat tempat para Challenger mengambil survey. Tempat tersebut sekarang disebut Challenger Deep dan kedalamannya mencapai 37,800 kaki dalamnya (11,524 meter).  Ekspedisi ini juga mengungkapkan garis besar pertama dari bentuk cekungan laut, termasuk peningkatan di tengah-tengah Samudra Atlantik yang sekarang kita tahu sebagai Mid-Atlantic Ridge. Para ilmuwan juga menyusun plot sistematis pertama arus dan suhu di laut. The Challenger Expedition’s juga menarik perhatian Negara-negara lain untuk menaruh perhatian kepada dunia laut dan untuk meningkatkan ekspedisi mereka sendiri.

Fun Facts About the
HMS Challenger
Expedition Crew
243
Scientists
6
Duration of Expedition
4 years
Distance sailed
127,000 km (68,890 miles)
Number of sampling stations
362

Number of depth soundings made
492
Number of dredges taken
133
Number of new species of animals and plants discovered
4,700

 

Lembaga Oseanografi yang didedikasikan untuk studi oseanografi didirikan. Di Amerika Serikat, ini termasuk Scripps Institution of Oceanography pada tahun 1892, Woods Hole Oceanographic Institution pada tahun 1930, Virginia Institut Ilmu Kelautan tahun 1938, Lamont-Doherty Earth Observatory di Columbia University, dan School of Oceanography di University of Washington. Di Inggris, ada sebuah lembaga penelitian utama: National Oceanography Centre, Southampton yang merupakan penerus kepada Lembaga Oseanografi. Di Australia, CSIRO Marine dan Atmospheric Research, yang dikenal sebagai CMAR, merupakan pusat terkemuka. Pada tahun 1921 Biro Hidrografi Internasional (IHB) dibentuk di Monaco.

Pada tahun 1893, Fridtjof Nansen diperbolehkan untuk kapalnya “Fram” untuk dibekukan dalam es Arktik. Jadi ia bisa memperoleh data oseanografi, serta data astronomi dan meteorologi. Organisasi oseanografi internasional pertama diciptakan pada tahun 1902 sebagai Dewan Internasional untuk Eksplorasi Laut.

Pengukuran akustik pertama kedalaman laut dibuat pada tahun 1914. Antara 1925 dan 1927 ekspedisi “Meteor” berkumpul 70.000 pengukuran kedalaman laut dengan sonar sebuah gema, topografi Mid Atlantic Ridge. Kesenjangan besar Global, sepanjang bubungan Atlantik Tengah, ditemukan oleh Maurice Ewing dan Bruce Heezen pada tahun 1953, sedangkan tonjolan di Kutub Utara itu pada tahun 1954 oleh Institut Arktik Uni Soviet. Teori penyebaran dasar laut dikembangkan pada tahun 1960 oleh Harry Hammond Hess. Ocean Drilling Project dimulai pada tahun 1966. Ventilasi dari perairan dalam ditemukan pada tahun 1977 oleh John Corlis dan Robert Ballard di kapal selam “Alvin”.

Sejak tahun 1970, telah banyak penekanan pada pelaksanaan peralatan skala besar untuk Oseanografi memungkinkan prediksi numerik kondisi laut dan sebagai bagian dari prediksi perubahan lingkungan secara keseluruhan. Ia mendirikan sebuah pelampung array di Pasifik untuk memungkinkan prediksi El Nino.

Pada tahun 1942, Sverdrup dan Fleming menerbitkan “The Ocean” yang merupakan langkah besar. “The Sea” (dalam tiga jilid yang meliputi oseanografi laut, fisik dan geologi), diedit oleh M.N. Hill diterbitkan pada tahun 1962 sementara “Encyclopedia of Oceanography” oleh Rhodes Fairbridge diterbitkan pada tahun 1966.

 

sumber :

http://www.divediscover.whoi.edu/history-ocean/21st.html

http://en.wikipedia.org/wiki/Oceanography

http://en.wikipedia.org/wiki/Gulf_Stream